SBI Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Jembrana untuk Manfaatkan RDF dari Pengelolaan Sampah Perkotaan di Jembrana, Bali

SBI Jalin Kerja Sama dengan Pemkab Jembrana untuk Manfaatkan RDF dari Pengelolaan Sampah Perkotaan di Jembrana, Bali

Jakarta, 26 Juni 2024 –PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI melalui unit usaha pengelolaan limbahnya, Nathabumi, memperluas jaringan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk pemanfaatan bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF) dari hasil konversi sampah perkotaan. SBI yang merupakan anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk kerja sama pemanfaatan RDF dari TPST dan TPA Peh, yang berlokasi di Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kabupaten Jembrana. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Soni Asrul Sani selaku Direktur Manufacturing SBI dan Bupati Jembrana I Nengah Tamba, S.H.

Turut menyaksikan penandatanganan tersebut yaitu Direktur Utama SBI, Asri Mukhtar, dan Direktur Human Capital, Legal and Corporate Affairs SBI, Ony Suprihartono. Mendampingi Bupati Jembrana, turut hadir Dewa Gede Ary Candra Wisnawa, S.STP., M.Si., selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jembrana, dan I Ketut Armita, S.H., M.Si., selaku Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Jembrana.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SBI, Asri Mukhtar menekankan bahwa kerja sama antara SBI dan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah tidak hanya menguntungkan kedua belah pihak tetapi juga memainkan peran penting dalam pengurangan permasalahan sampah, dalam hal ini di Kabupaten Jembrana. “Sinergi ini diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat dan membantu ketersediaan bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh SBI untuk mencapai target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan Perusahaan,” ujar Asri.

Senada dengan Direktur Utama SBI, Bupati Jembrana menyampaikan bahwa kerja sama dengan SBI adalah langkah penting dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Jembrana. “Kolaborasi dengan SBI membuka peluang untuk mendorong solusi pengelolaan sampah, serta menunjukkan komitmen kuat Pemkab Jembrana dalam memperbaiki kualitas lingkungan untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ujar I Nengah Tamba.

Kolaborasi dengan Pemkab Jembrana menambah jaringan kerja sama pengelolaan sampah yang telah dilakukan SBI dengan berbagai daerah. Hingga saat ini, SBI tengah menjalankan kerja sama dengan berbagai daerah yang sudah beroperasi seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, DKI Jakarta, Sleman, dan pengelola sampah di Bali. Serta beberapa daerah lain yang masih dalam tahap MoU seperti Pemprov Aceh, Kabupaten Temanggung, Magelang, Bantul, Wonosobo, Banyuwangi dan Kota Yogyakarta.

Dengan kerjasama ini diharapkan, TPST dan TPA Peh nantinya dapat menghasilkan 10 – 50  ton RDF setiap harinya dan akan ditingkatkan secara bertahap. Kerja sama antara SBI dan Pemkab Jembrana ini akan berlangsung selama lima tahun. Selanjutnya, Pemkab Jembrana melalui TPST dan TPA Peh akan mengirimkan RDF yang dihasilkan ke pabrik semen SBI di Tuban untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara.

Kerja sama dengan berbagai daerah membantu SBI dalam peningkatan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif untuk mencapai target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan Perusahaan. Pemanfaatan RDF yang dilakukan SBI dalam proses produksi, merupakan salah satu inisiatif dalam Sustainability Road Map mencapai target tingkat substitusi energi panas (thermal substitution rate) hingga 25% pada tahun 2030.

***

Solusi Bangun Indonesia dan Pemkot Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Sampah Perkotaan Menjadi RDF

Solusi Bangun Indonesia dan Pemkot Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Sampah Perkotaan Menjadi RDF

Yogyakarta, 25 Maret 2024 – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan anak usaha SIG, kembali berkontribusi dalam pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan  kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk kerja sama pemanfaatan hasil pengelolaan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF).

Penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani dan Pj Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo S.H, M.Ed. Penandatangan juga disaksikan oleh Lilik Unggul Raharjo, Direktur Utama SBI, Asisten Administrasi Umum, Wasesa dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Yogyakarta.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menyatakan, “Kerja sama dengan Pemkot Yogyakarta ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus membantu pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya,” kata Lilik Unggul Raharjo.

Sebelumnya, SBI telah menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan berbagai daerah yang sudah beroperasi seperti Kabupaten Cilacap, Banyumas, DKI Jakarta, Sleman, dan pengelola sampah di Bali. Serta beberapa daerah lain yang masih dalam tahap MoU seperti Pemprov Aceh, Kabupaten Temanggung, Magelang, Bantul dan Wonosobo

Lilik Unggul Raharjo menambahkan, bahwa kerja sama ini juga membantu SBI dalam peningkatan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif untuk mencapai target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, dan kontribusi SBI untuk perwujudan pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi sirkular. Pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai substitusi sebagian batu bara dalam proses produksi semen di SBI, dikelola oleh unit bisnis pengelolaan limbah bernama Nathabumi, yang bergerak dalam bidang penyediaan solusi pengelolaan limbah dan sampah ramah lingkungan.

Pj Walikota, Singgih Raharjo menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah utamanya di Kota Yogyakarta. “Kerja sama dengan SBI adalah langkah tepat karena pengalamannya dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif. Kami berharap, kerja sama ini dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta dan hasilnya pun bermanfaat untuk perusahaan semen seperti SBI,” ujar Singgih Raharjo.

Pengolahan sampah menjadi RDF akan di fokuskan di TPS3R Nitikan, Kranon dan Karangmiri. Dengan potensi timbulan sampah  sebanyak 310 ton perhari, sampah yang akan diolah menjadi RDF mencapai 120 ton per hari, sedangkan sisanya akan ditangani melalui pengurangan sampah melalui Gerakan Zero Sampah Anorganik dan Gerakan Mengolah Limbah dan Sampah dengan Biopori ala Jogja (Mbah Dirjo).

Melalui Inisiatif RDF, SBI Raih Penghargaan Fortune Indonesia Change The World 2023

Melalui Inisiatif RDF, SBI Raih Penghargaan Fortune Indonesia Change The World 2023

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menerima penghargaan Change The World 2023 dari Fortune Indonesia sebagai perusahaan yang telah mengoptimalkan kapabilitas dan kapasitas untuk mencapai tujuan perusahaan, sekaligus memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Penghargaan ini diberikan kepada SBI atas inisiatif pemanfaatan RDF (Refuse-Derived Fuel) dari sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif melalui layanan pengelolaan limbah Nathabumi, sebagai komitmen keberlanjutan dan penerapan ekonomi sirkular.

Penghargaan ini diserahkan oleh Pemimpin Redaksi Fortune Indonesia, Hendra Soeprajitno kepada Corporate Communications Manager, Novi Maryanti pada ajang Fortune Indonesia Summit 2024 di Jakarta, Kamis (7/3).

Nathabumi terus berinovasi dalam mengatasi tantangan pembangunan berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bumi yang lebih baik.

Nathabumi Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah untuk Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan

Nathabumi Edukasi Pemilahan Sampah di Sekolah untuk Wujudkan Masa Depan Berkelanjutan

Bogor – Anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), melalui layanan pengelolaan limbah Nathabumi menggelar Program Edukasi Lingkungan (PEDULI) kepada para siswa sekolah dasar di Sekolah Alam Indonesia (SAI) Cibinong, Kamis 11 Januari 2024. Kegiatan yang mengangkat tema KELAS KITA (Kelola Sampah Sekitar Kita) diadakan dengan melibatkan karyawan sebagai sukarelawan (volunteer), untuk melakukan edukasi pemilahan sampah sejak dini yang dikemas menarik melalui praktik mengompos serta permainan kartu edukasi pemilahan sampah.

Head of AFR Division SBI, Budi Yuliadi Nugraha, menyampaikan tujuan kegiatan KELAS KITA adalah menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah dari lingkungan terdekat seperti di rumah dan sekolah yang dapat berdampak pada penurunan jumlah sampah tidak terkelola yang berakhir di TPA.

“Kami percaya, masa depan berkelanjutan dapat terwujud melalui peran serta berbagai pihak, terutama dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dan menumbuhkan kesadaran serta rasa tanggung jawab untuk memilah, mengelola dan mengurangi sampah”, ungkap Budi Yuliadi Nugraha, Head of AFR Division SBI.

Dalam kegiatan ini, para siswa juga mengetahui bagaimana peran Nathabumi dalam mengelola limbah dan sampah, sehingga para siswa dapat memahami secara sederhana apa perbedaan limbah dan sampah dan bagaimana cara pengelolaannya. “Kolaborasi ini sangat bermanfaat dan perlu dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. Kami sangat senang karena kegiatan dikemas menarik melalui permainan edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga dapat dipahami dengan lebih mudah,” tutur Siti Mariam,S.Pd, selaku Kepala Sekolah SAI Cibinong.

Sebagai bagian dari Perusahaan yang berkomitmen dalam mendorong target pembangunan berkelanjutan 2030, Nathabumi juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap dalam mengoperasikan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau refuse-derived fuel (RDF) di Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap. Kerjasama semakin berkembang ke kota-kota lain diantaranya dengan Pemkab Banyumas, Pemprov DKI Jakarta, Pemerintah Aceh, Pemkab Temanggung, Pemkab Sleman dan pengelola sampah di Denpasar, Bali.

“Nathabumi turut mengambil peran melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk replikasi penerapan teknologi RDF di berbagai kota di Indonesia, penanganan limbah B3 maupun Non-B3 dari berbagai sektor industri, hingga melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai upaya edukasi pengelolaan sampah dan limbah yang ramah lingkungan. Hal ini tentu saja menjadi upaya Nathabumi dalam mewujudkan lingkungan yang lestari serta memberikan nilai tambah bagi masa depan yang lebih baik”, tambah Budi Yuliadi Nugraha, Head of AFR Division SBI.

Perluas Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, SBI dan Pemkab Sleman Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Sampah Perkotaan Menjadi RDF

Perluas Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah, SBI dan Pemkab Sleman Jalin Kerja Sama Pemanfaatan Sampah Perkotaan Menjadi RDF

Sleman, 13 November 2023 – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) yang merupakan anak usaha SIG, kembali berkontribusi dalam pengelolaan sampah perkotaan di Indonesia. Kali ini, SBI menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk kerja sama pemanfaatan hasil pengelolaan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF).

Berlokasi di kantor Pemkab Sleman, penandatanganan nota kesepahaman dilakukan Direktur Manufacturing SBI, Soni Asrul Sani dan Bupati Sleman, Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo. Hadir juga dalam penandatanganan tersebut, Lilik Unggul Raharjo, Direktur Utama SBI, Ony Suprihartono, Direktur Human Capital, Legal & Corporate Affairs SBI. Mendapingi Bupati Sleman, turut hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman, Ir Dwi Anta Sudibya, MT, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Dra. Epiphana Kriatiyani, MM dan jajaran Pemkab Sleman.

Dalam sambutannya, Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo menyatakan bahwa kerja sama dengan Pemkab Sleman semakin mempertegas komitmen SBI untuk membantu pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah di daerahnya. “Kerja sama dengan Pemkab Sleman ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus membantu pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya. Sebelumnya, SBI telah menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan berbagai daerah seperti Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, DKI Jakarta, dan pegelola sampah di Bali yang telah berjalan, sedangkan Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Temanggung, masih menunggu  implementasi lebih lanjut,”  tutur Lilik Unggul Raharjo.

Lilik Unggul Raharjo menambahkan, bahwa kerja sama ini juga membantu SBI dalam peningkatan pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif untuk mencapai target penurunan emisi karbon yang telah ditetapkan oleh Perusahaan, dan kontribusi SBI untuk perwujudan pembangunan berkelanjutan melalui ekonomi sirkular. Pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai substitusi batu bara dalam proses produksi semen di SBI, dikelola oleh unit bisnis Nathabumi yang bergerak dalam bidang penyediaan solusi pengelolaan limbah dan sampah ramah lingkungan.

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah utamanya di Kabupaten Sleman. “Kerja sama dengan SBI adalah langkah tepat karena pengalamannya dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar alternatif. Kami berharap, kerja sama ini dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di Sleman dan hasilnya pun bermanfaat untuk perusahaan semen seperti SBI,” ujar Kustini Sri Purnomo.

Kerja sama antara SBI dan Pemkab Sleman ini akan berlangsung selama tiga tahun. Fasilitas RDF milik Pemkab Sleman ini akan mulai beroperasi di akhir bulan Desember 2023. Selanjutnya, Pemkab Sleman akan mengirimkan RDF yang dihasilkan dari pengelolaan sampah perkotaan ke pabrik SBI di Cilacap melalui beberapa alternatif moda transportasi, salah satunya kereta api sebanyak 100 ton per hari untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif substitusi batu bara.